Cerita Sukses

Melepas Gelar PNS Demi Kemaslahatan Umat

BARJANA, S. Ag.

Kesuksesan laki-laki yang berasal dari keluarga petani berawal dari pedagang asongan dengan tidur di emperan pasar, di depan masjid, bahkan di kumpulan pedagang kaki lima, sampai dianggap sebagai gelandangan.

“Pokoknya saya harus berhasil dan sukses. Saya enggak mau terpuruk terlalu lama. Bagaimanapun caranya, saya pasti bisa sukses”! tekadnya.

Dari berjualan sebagai asongan itu ia bisa membayar biaya kuliahnya tanpa menunggak. Jelas bukan perkara yang mudah saat harus menyisihkan uang sedikit demi sedikit demi untuk biaya kuliah yang sangat banyak. Berkat dorongan orang tua yang ingin anaknya menjadi PNS, Barjana mengambil kuliah jurusan Fakultas Tarbiyah dengan harapan kelak ia bisa mendaftar di Departemen Agama dan mewujudkan impian kedua orang tuanya.

Ia juga bergabung dengan temannya dalam rangka bisnsis. Sejumlah uang yang ia simpan kemudian dijadikan modal. Sayangnya, nasib tidak berpihak kepadanya, ia kena tipu dengan jumlah dana yang fantastis.

Lulus kuliah, ia melamar ke Departemen Agama sebagai penyuluh. Padahal, sesungguhnya ia merasa jika passionn-nya bukanlah disana. Sambil mengikuti alur yang Allah berikan, ia bergabung dengan bisnis produk herbal, yaitu HPA dengan niat hanya mencari tambahan dana saja.

Pada bulan pertama, ia hanya mendapat penghasilan Rp 500.000 di HPA. Namun pada bulan berikutnya bisa naik berkali kali lipat menjadi 2, 7 juta rupiah. Hal itu tentu membuat Barjana menjadi bimbang sebagai penyuluh agama. Ia sudah bekerja selama 4 tahun dan tak kunjung diangkat menjadi PNS. Sementara bisnis sampingannya malah menghasilkan lebih banyak penghasilan.

“Jika saya bisa lebih fokus pada bisnis ini, pasti tak hanya 2,7 juta, tetapi akan ada banyak uang yang saya dapatkan. Namun, bagaimana dengan tanggapan orang tua? Mereka menginginkan saya menjadi PNS agar hidup terjamin,” pikirnya dengan bimbang.

Setelah sekian tahun menunggu, akhirnya ia diterima menjadi PNS. Harusnya ia bahagia, apalagi itulah harapan kedua orang tuanya. Sayangnya, tak ada rasa bahagia yang dirasa. Hatinya hampa, seolah menjadi PNS bukan impian yang harus dicapainya saat ini. Ia ingin lebih realistis dalam menjalani hidup. 

Dengan pemikiran yang matang akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai aparatur negara, tepat saat SK turun. “Bismillah pak, Bu, walau bukan PNS, saya pasti bisa membahagiakan Bapak dan Ibu, juga istri saya, Ekarina dan anak-anak saya nanti,” tegasnya asaat keluarga mempertanyakan keputusannya itu.

Tak ada kata menyerah didalam hidupnya, ia selalu punya alasan untuk terus berjuang maju. Buktinya, setelah satu tahun, ia sudah bisa memiliki kantor sendiri. Jika dulu ratusan juta rasanya sulit ia dapatkan, namun saat ini ia bisa mengantongi ratusan miliar. Dalam HNI, ia tak hanya mengenalkan produk-produk herbal yang halal, tetapi juga membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya menjadi lebih baik. Harapannya, masyarakat muslim Indonesia tah hanya sehat dan pandai menjaga kesehatan, tetapi juga pandai dalam berbisnis.

“Saya mengajak anda untuk hijrah. Hijarah dari produk yang syubhat ke produk yang jelas halalnya. Juga hijrah ke perekonomoian yang lebih baik. Apalagi dengan modal yang kecil, bisa bergabung bersama HNI dan melakukan kontribusi untuk proyek yumat. Memasyarakatkan produk halal sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” tuturnya dengan semangat yang tak pernah bosan.

Ia memang memang memiliki misi mengenalkan HNI dari dasar, mengajak masyarakt dari nol sampai mampu mandiri dan dimonitor dengan seksama. Ia yakin bahwa tak ada yang gagal bersama HNI asal memiliki “TUYUL”, singkatan dari Tekun, Ulet, Yakin, Usaha pun Lancar.

Sekarang, lelaki itu telah memetik buah manis dari perjuangannya selama ini dan memecahkan stigma di lingkungannya bahwa bukan hanya PNS yang makmur, tetapi dengan fokus pada kesehatan umat pun bisa hidup makmur.

Sandang , pangan, papan, kendaraan dan jalan-jalan tercukupi. Keluarga diajak haji dan umrah bergiliran, full time family. Namun, usaha tetap harus jalan karena sistim HNI memang spesial. Bisa jalan-jalan dan penghasilan pun tetap jalan. Berkat dari HNI pun bisa menambah banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia.

HNI bukan sekedar produk dan bukan cuma jualan sistem. InsyaAllah HNI menjadi pusat pemberdayaan dan menjadi penguasa pasar bersama masyarakat yang sehat. Pasti.


OTHER STORY

8 Syarat Kemenangan Hakiki
Naluri Seorang Ibu Membawa Berkah
Bermimpi Besar Bersama Pasangan

PT HPAI - Halal Network International (HNI)

Head Office
Jl. Kelapa Sawit Raya Blok H-11 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur DKI Jakarta, Indonesia 13450

Leaders Office
Komplek Sentra Kota Jatibening Blok F1-F5 RT001/RW003, Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412

Telp : 021-8690-9600

Fax   : 021-8690-6645


Ikuti Kami:


CRM 24 Jam

Tlp: Senin - Jum'at 08.00 - 17.00

021-8690-9600

+62 878-8641-6000

  +62 857-7401-7000

  +62 822-9930-5000

Email & Telegram: 24 jam

crm@hpaindonesia.net

Telegram : hnihpaibot

Fanpage : pthpai