Berawal dari Ikhtiar, Bertumbuh Menjadi Jalan Manfaat
Febriana Tri Daryanti
Bagi Febriana Tri Daryanti, perjalanan bersama HNI tidak dimulai dari impian menjadi pebisnis, melainkan dari ikhtiar seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tua.
Setelah tujuh tahun menikah tanpa kehadiran buah hati, Febriana telah menjalani berbagai pengobatan, termasuk mengonsumsi obat hormon selama enam tahun. Namun, harapan yang dinanti tak kunjung datang. Tubuhnya semakin bertambah berat dan daya tahan kesehatannya pun menurun.
Suatu hari, sang bunda menghubunginya setelah menyaksikan tayangan tentang pengobatan herbal di televisi. Dengan penuh harap, ibunya menyarankan agar Febriana mencoba pengobatan tersebut. Meski awalnya hanya ingin menuruti permintaan sang ibu, ia akhirnya menjalani ikhtiar itu dengan penuh kepasrahan kepada Allah.
Empat bulan kemudian, doa yang telah dipanjatkan selama bertahun-tahun akhirnya terjawab. Atas izin Allah, Febriana dinyatakan hamil dan kemudian dikaruniai dua putri, Khairunnisa Ainaya dan Khaira Shafa Nur Aisyah. Pengalaman itulah yang menjadi awal tumbuhnya kepercayaan terhadap manfaat herbal.
Pada 2008, seorang sahabat lamanya, Andri Widiastuti, mengenalkan bisnis HNI. Awalnya ia hanya membeli produk dan mendaftar sebagai member karena merasa tidak enak hati. Produk yang dibeli pun tidak dikonsumsi secara rutin. Namun, setelah sering mendengar kisah perjuangan sang mentor dan mengikuti Elite Camp pada 2010, cara pandangnya berubah. Ia mulai memahami nilai thibbun nabawi, semangat berbagi manfaat, dan potensi besar bisnis HNI.
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Saat memutuskan fokus di HNI, penghasilannya bahkan sempat jauh lebih kecil dibandingkan ketika masih menjadi supervisor di sebuah perusahaan elektronik. Namun, ketenangan hati yang ia rasakan saat melayani umat menjadi alasan untuk terus bertahan dan berkembang.
Berkat bimbingan para mentor, terutama Andri Widiastuti dan Yulian Safitri Devi, Febriana terus bertumbuh hingga berhasil meraih level Leader Executive Director (LED). Pada 2014, ia juga dipercaya membuka Business Center (BC) kedua di Batam sebagai pusat pembinaan dan pelayanan bagi para mitra.
Baginya, mimpi besar harus disertai ikhtiar yang besar pula. Satu per satu impiannya diwujudkan atas izin Allah, mulai dari memiliki kendaraan yang lebih besar untuk mendukung aktivitas dakwah, mengajak suami dan ibundanya menunaikan umrah, hingga memiliki ruko yang kini menjadi BC Batam 2. Semua diraih dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada mereka yang bersungguh-sungguh dalam ikhtiar.
Namun, pencapaian terbesar bagi Febriana bukanlah aset atau penghargaan. Kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika melihat para mitra yang dibinanya mampu mengubah kehidupan. Ada yang sebelumnya hanya lulusan SMP kini memiliki penghasilan jutaan rupiah setiap bulan. Ada pula ibu rumah tangga yang kini mampu membantu perekonomian keluarga berkat HNI.
Rumahnya pun kini menjadi rumah tahfiz, sebagai wujud komitmennya menjadikan bisnis ini bukan sekadar jalan mencari rezeki, tetapi juga ladang dakwah dan kebermanfaatan.
"Bagi saya, bisnis ini bukan hanya tentang keuntungan. Yang paling membahagiakan adalah ketika kita bisa membantu lebih banyak saudara meraih kehidupan yang lebih baik. InsyaAllah, jika kita terus menebar manfaat karena Allah, rezeki akan mengikuti."
Kisah Febriana membuktikan bahwa kesuksesan berawal dari ikhtiar yang tulus, keyakinan kepada Allah, dan keberanian untuk terus bermimpi besar. Ketika niat diluruskan untuk memberi manfaat kepada sesama, setiap langkah akan menjadi jalan menuju keberkahan.
OTHER STORY
Melepas Gelar PNS Demi Kemaslahatan Umat
Tekad Kuat, Membawa Kesuksesan Dunia Akhirat
Sukses Membangun Bisnis Bersama Pasangan Sangat Berarti